Evolusi Kehidupan Malam di New York City: Dari Sejarah Awal hingga Era Larangan

Evolusi Kehidupan Malam di New York City: Dari Sejarah Awal hingga Era Larangan

Sejarah Awal Kancah Hiburan New York

Kota New York muncul sebagai pusat pariwisata dan hiburan di Amerika Serikat selama akhir abad ke-19. Seiring dengan meningkatnya reputasi budaya kota, hotel-hotel megah dibangun untuk mengakomodasi pengunjung kelas atas yang membanjiri. Distrik teater kota juga secara bertahap bergerak ke utara, dengan Broadway membentang dari The Bowery ke Union Square, dan akhirnya menetap di sekitar Times Square pada pergantian abad ke-20. Pemain ikonik seperti Edwin Booth dan Lillian Russell adalah bintang awal di kancah Broadway, berkontribusi pada warisan hiburan kota yang terus berkembang.

Di samping adegan teater, kehidupan malam New York juga terbentuk. Klub malam pertama muncul di kota selama tahun 1840-an dan 1850-an, dengan McGlory’s dan Haymarket mendapatkan pengakuan nasional untuk pertunjukan vaudeville, musik live, dan pertunjukan tarian mereka. Klub-klub ini mentolerir minuman visit us keras tanpa lisensi, perjudian (terutama Faro), dan seks komersial, sering menarik pelanggan kelas atas. Perjudian sebagian besar ilegal di kota, dan industri kehidupan malam harus membayar suap secara teratur kepada para pemimpin politik dan polisi untuk tetap berbisnis. Timothy Gilfoyle, seorang sejarawan, menyebut tempat-tempat ini sebagai “klub malam pertama.”

Sangat kontras, Owney Geoghegan menjalankan klub malam yang tangguh dari tahun 1880 hingga 1883, melayani penonton yang lebih sederhana dan secara teratur menampilkan perkelahian, penembakan, dan penggerebekan polisi. Sementara itu, tempat-tempat seperti Webster Hall, yang dibangun pada tahun 1886, memainkan peran penting dalam pengembangan klub malam modern. Awalnya aula sosial, itu adalah rumah bagi aktivisme politik dan acara tari, sebelum menjadi identik dengan kehidupan malam New York.

Pengenalan jazz dan kabaret ke kehidupan malam New York sering dikaitkan dengan Reisenweber’s Cafe, yang selanjutnya membentuk budaya hiburan kota yang semarak.

Kebangkitan Jukebox dan Larangan

Pada tahun 1889, penemuan jukebox merevolusi kehidupan malam di New York dan sekitarnya. Dibuat oleh Louis Glass dan William S. Arnold dari Pacific Phonograph Company, jukebox pertama dipasang di Palais Royale Saloon di San Francisco dan menjadi sensasi dalam semalam. Jukebox menawarkan cara yang terjangkau dan nyaman bagi bar dan klub untuk menyediakan musik tanpa perlu live band.

Inovasi ini bertepatan dengan dimulainya Larangan (1920-1933), ketika alkohol dilarang di Amerika Serikat. Selama waktu ini, speakeasies—bar ilegal yang beroperasi di bawah radar—berkembang di seluruh New York City, dengan banyak yang mengandalkan jukebox untuk memberikan hiburan. Webster Hall, yang terkenal dikabarkan terkait dengan gangster terkenal Al Capone, adalah salah satu tempat yang tetap buka selama era ini, mendapat manfaat dari musik dan dugaan penyuapan polisi.

Dari tahun 1900 hingga 1920, kelas pekerja Amerika berbondong-bondong ke honky tonks dan juke joints, di mana mereka dapat menari mengikuti musik yang dimainkan di piano atau jukebox. Pencabutan Larangan pada tahun 1933 menandai era baru bagi klub malam, yang dengan cepat dihidupkan kembali dan mencakup tempat-tempat terkenal seperti 21 Club, Copacabana, El Morocco, dan Stork Club. Tempat-tempat ini menjadi identik dengan era big band dan mengantarkan babak baru dalam kehidupan malam New York.

Zaman Keemasan Klub Malam New York

Selama Larangan, penciptaan speakeasie dan klub malam baru menjadi kejadian mingguan, dan tokoh-tokoh seperti Texas Guinan menjadi legendaris karena menjalankan tempat terlarang ini. Harlem mengembangkan kehidupan malamnya sendiri, dengan klub ikonik seperti Cotton Club, sementara Midtown New York membanggakan klub-klub mewah yang dinamai pemimpin band terkenal seperti Paul Whiteman, Vincent Lopez, dan Roger Wolfe Kahn. Salah satu yang paling mewah adalah Le Perroquet de Paris, sebuah klub malam seharga $ 250.000 yang menjanjikan untuk menjadi “klub malam terindah dan canggih di Amerika,” di mana Kahn dan bandnya tampil setiap malam.

Melalui perpaduan musik, pertunjukan, dan hiburan yang unik, New York City dengan kuat memantapkan dirinya sebagai ibu kota budaya dan kehidupan malam Amerika Serikat, membentuk masa depan klub malam dan peran mereka dalam masyarakat Amerika selama beberapa dekade mendatang.

Evolusi Kehidupan Malam di New York City: Dari Sejarah Awal hingga Era Larangan Sejarah Awal Kancah Hiburan New York Kota New York muncul sebagai pusat pariwisata dan hiburan di Amerika Serikat selama akhir abad ke-19. Seiring dengan meningkatnya reputasi budaya kota, hotel-hotel megah dibangun untuk mengakomodasi pengunjung kelas atas yang…